Kitap yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa AS di sebut Injil.Kata 'Injil' sendiri berasal dari kata Yunani(euanggelion) yang berarti 'kata gembira'.Kemudian kata tersebut lewat bahasa Ethiopia (wangel) masuk ke dalam bahasa Arab (injil).
Kitap Injil yang ada sekarang berbeda dengan Injil asli yang di turunkan Allah SWT kepada Nabi Isa AS.Dalam bentuknya yang sekarang,ada sejumlah pengikut Nabi Isa AS yang memasukkan karangannya ke dalam kitap Injil.Mereka adalah Matius,Markus,Lukas,dan Yahya(yohanes).Karena itu,Injil itu dinamakan menurut pengarangnya,yaitu Injil Matius,Injil Markus,Injil Lukas,dan Injil Yahya(yohanes).Pengubahan isi kitap Injil ini,baik dengan mengurangi atau menambahkan kalimat didalamnya,dilakukan dalam jumlah yang sangat besar dan jelas sehingga kaum Nasrani sendiri mengakui bahwa mereka tidak lagi memiliki kitap yang asli dan hanya memiliki terjemahannya.Dalam perjalanannya selama berabad-abad naskah ini pun telah mengalami banyak perubahan.
Sebagai salah satu kitap samawi (wahyu Allah),Islam mengajarkan agar umat Islam percaya kepada adanya kitap Injil.Dalam rukun iman ia termasuk salah satu perkara yang harus diimani.Hal ini merupakan konsekuensi logis dari iman kita kepada Allah SWT dan para rasul.Di samping itu,memang secara jelas Allah SWT memerintahkan orang Islam untuk beriman pada kitab (termasuk kitab Injil) yang Dia turunkan kepada para rasul sebelum turunnya Al_Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.